Kerja Online Dari Rumah

12/27/08

Benarkah Nabi Isa Tuhan?

“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikan bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu)”, (Q.S. Al Maaidah 5: 75).



          Seorang pendeta Kristen yang menamakan dirinya Abd Yadi di dalam makalahnya yang diberinya judul Isa Al-Masih di dalam Alquran dan Hadis, pada halaman 20 mengatakan bahwa Yesus Kristus memang Tuhan. Bahkan ia mengatakan bahwa nafas nabi Muhammad SAW berada di tangan Yesus Kristus, yang berarti Yesus bukan hanya sekedar Nabi dan Rasul melainkan Tuhan. Tentu bukan hanya pendeta Abd Yadi itu saja, tetapi hampir semua penganut Kristiani (pendeta atau bukan) mengatakan Nabi Isa (Yesus Kristus) adalah Tuhan. Pernyataan ini bisa sangat berbahaya bagi putera-puteri kita yang belum faham Islam. Apalagi kalau mereka sering diberi suntikan indoktrinasi ajaran seperti itu.

Sebagai seorang muslim, yang tak ingin anggota keluarganya teracuni oleh doktrin berbahaya seperti itu, pertanyaan yang perlu kita jawab dalam hal ini ialah:

1.     Apa dasar kaum Kristiani itu mengatakan Nabi Isa Tuhan? Apakah Injil (Alkitab)? kalau memang dasar-nya Injil, di dalam pasal berapa dan ayat berapa? Mampukah mereka memperlihatkan kalimat yang mana di dalam Injil yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?

2.     Sebaliknya apa pula kata Al-Quran tentang Nabi Isa? Apakah Al-Quran juga memastikan bahwa Nabi Isa memang Tuhan?

3.     Andaikata pernyataan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan hanya hasil rekayasa, siapa orang pertama yang melakukan rekayasa tersebut dan apa tujuannya?


Yang menyatakan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan, bukan Bibel (Alkitab) dan bukan pula Al-Quran, tetapi hanya oknum-oknum Kristiani. Tidak ada satu kalimat pun di dalam Injil yang menyatakan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan, apa lagi Al-Quran.

Al-Quran memberitahukan bahwa ternyata sejak zaman Nabi Muhammad pun, kaum Nasrani telah mengklaim bahwa Nabi Isa adalah putera Allah, sebagaimana firman Allah: “Orang-orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih itu putera Allah’. Demikian ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”. (Q.S At Taubah 9: 30).


Manjadi Kafir
          Lalu bagaimana status iman orang-orang yang berani mengatakan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan? Menjadi kafirkah mereka atau tidak? Kaum Kristiani tentu menjawab tidak. Tetapi kalau yang ditanya umat Islam, kita secara tegas akan menjawab: “Menjadi kafir”, sebagaimana dinyatakan Allah dalam firman-Nya di dalam Al-Quran:

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam’”. (Q.S Al-Maidah 5: 72).

          Dari firman Allah ini jelaslah bawa orang yang mengatakan Isa Al-Masih adalah Tuhan, berarti kafir dan ini bukan main-main. Maka kita umat Islam jangan sampai latah ikut-ikutan mengatakan Nabi Isa adalah Tuhan. Sebab resikonya berat sekali, yaitu menjadi kafir. Naudzubillah! Dan kalau ada lagu yang kata-katanya Nabi Isa anak Tuhan, jangan pernah membolehkan putera-puteri kita menyanyikannya, apalagi di rumah kita.


Dikutuk Allah
          Kembali kepada pernyataan bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan. Selain menjadi kafir, orang yang menyatakannya sekaligus dikutuk Allah. Alangkah ngeri dan dahsyatnya. Allah ternyata sampai melaknat (mengutuk) kaum Nasrani karena ucapan mereka bahwa Nabi Isa adalah putera Allah. Jadi jangan main-main dengan kalimat yang sangat berbahaya itu. Walaupun kita bukan Nasrani, kita tetap tidak boleh mengucapkan kalimat kufur yang merusak tauhid itu.

          Para pendeta Kristen dan misionaris boleh saja merasa kecewa dan marah membaca tulisan ini. Tetapi jangan lupa, pada saatnya nanti di akhirat, ketika vonis Allah telah dijatuhkan, baru akan ketahuan secara pasti dan mutlak apakah Yesus memang Tuhan sebagaimana yang diklaim oleh kamun Kristiani ataukah nabi Isa itu hanya hamba dan Rasul Allah sebagaimana yang diklaim oleh umat Islam berdasarkan Al-Quran yang merupakan kalam Allah.

          Pasti akan tiba saatnya nanti vonis Allah dijatuhkan, siapa sebenarnya dalam hal ini yang beruntung dengan masuk surga Allah dan siapa yang akan dilemparkan ke dalam neraka. Setelah di dalam neraka, silahkan membela diri dengan mengatakan bahwa Yesus sebenarnya Tuhan dan bahwa ajaran Al-Quran yang mengatakan Yesus bukan Tuhan, tetapi hanya hanya Rasul-Nya sesat dan menyesatkan.

Di dunia ini, sejahat dan seburuk apapun ucapan seseorang, tidak akan langsung diazab Allah, termasuk ucapan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan, yang menurut Al-Quran merupakan dosa dan kekafiran yang sangat besar. Tetapi di akhirat nanti, barulah kaum yang sesat itu menyesal karena telah mengucapkan kalimat kafir yang sangat dibenci Allah Ta’ala.


Jauh Lebih Baik
          Orang yang sebetulnya benar, namun masih merasa khawatir jangan-jangan dirinya keliru, tentu jauh lebih baik dari orang yang sebenarnya keliru tetapi terlalu yakin bahwa dirinya benar. Karena penganut Kristen yang tidak bodoh akan bertanya-tanya di dalam hatinya:

“Benarkah Yesus Krisus memang Tuhan? Kalau  memang benar, dasarnya apa? Kalau dikatakan di Injil, di dalam ayat berapa, pasal berapa? Jangan-jangan yang benar dalam hal ini adalah Al-Quran…”.

          Kita umat Islam perlu berdoa kepada Allah Ta’ala semoga kita, anak dan keluarga serta jama’ah kita dibimbing oleh Allah hati dan aqidah kita, sehingga tak seorang pun berani ikut-ikutan mengakui dan menyatakan bahwa nabi Isa adalah Tuhan ataupun putera Tuhan.


Jika Tidak Berhenti
          Bagaimana andainya seseorang tidak juga mau berhenti mengucapkan kalimat kufur yang membahayakan aqidah itu?

Jawabannya terdapat di dalam firman Allah:

“Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir ini di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih”. (Q.S Al Maidah 5: 73).

          Di dalam Injil terdapat ucap-ucapan Nabi Isa AS, bahwa ia adalah seorang Rasul (utusan). Misalnya di dalam Injil Matius (10/40) Nabi Isa mengatakan: “Siapa yang menerima kalian berarti ia menerima aku, dan siapa yang menerima aku berarti menerima yang mengutusku”. (Dirasat fil Adyan, Su’-ud Al Khalaf, hal. 136). Ini sesuai dengan apa yang dinyatakan Allah SWT dalam Al-Quran seperti yang dikutipkan diatas.

          Nabi Isa juga mengajak untuk beribadah hanya kepada Allah SWT seperti yang disebutkan dalam Injil matius (4/10) bahwa Nabi Isa AS mengatakan: “Untuk Rabb sesembahanmu kamu melakukan sujud, dan hanya kepada-Nya kamu beribadah:. (Dirasat fil Adyan, Su’-ud Al-Khalaf, hal.138).

          Di dalam Injil Yohanes, Al-Masih mengatakan: “ Inilah kehidupan yang abadi, yaitu agar mereka tahu bahwa Engkaulah sesembahan yang sesungguh-Nya, satu-satu-Nya, sedangkan Yesus Al-Masih, dialah yang Engkau utus”. (Dirasat fil Adyan, Su’-ud Al-Khalaf, hal.138).

Ini sesuai dengan apa yang Allah SWT kisahkan tentang Al-Masih yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah Rabbku dan Rabb kalian, karena itu sembahlah DIa. Inilah jalan yang lurus”. (Q.S. Ali Imran 3:51).

 Kesimpulan-kesimpulannya bahwa Nabi Isa (Yesus Kristus) putera Allah sama sekali tidak argumentatif dan tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Wallahu a’lam.

          Allah SWT menegaskan Nabi Isa bukan Tuhan, tetapi makhluk Allah berupa manusia yang lahir tanpa ayah biologis, hanya mempunyai ibu (biologis), oleh Allah dinamakan Maryam. Ini diketahui antara lain dari pernyataan nabi Isa AS sendiri, seperti yang dikisahkan oleh Allah SWT dalam ayat-ayat Al-Quran:

“Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali’. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus”. (Q.S. Maryam 19: 30-36).

          Umat Islam wajib meyakini nahwa Nabi Isa bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan, tetapi hamba Allah dan Rasul-Nya, dan meyakini hal ini merupakan salah satu syarat masuk surga. Dasarnya antara lain hadis yang diriwayatkan dari Ubadah Ibnush Shamit RA, bahwa Nabi SAW bersabda:

“Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Ilah yang benar kecuali Allah satu-satu-nya, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya yang Allah lontarkan kepada Maryam dan bahwa surga itu benar dan neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya kedalam Al-Jannah sesuai dengan amalnya”. (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim).

Wallaahu a’lam.


Dikutip dari:

“Uswatuh Hasanah”, LEMBARAN DAKWAH DARI GEDUNG PUSAT DAKWAH MUHAMMADIYAH JAKARTA. No. 1953/Th.XXI Jum’at IV, 28 Dzulhijjah 1429 H./ 26 Desember 2008 M.

9 komentar:

  1. He he he...
    Beda kacamata, beda yang di liat

    Enjoy aja...

    ReplyDelete
  2. sebenarnya kebenaran itu hanya ada satu, hanya saja manusia terlalu mempertahankan egonya masing2 dan enggan menerima kebenaran yang sebenarnya, menyangkut harga diri juga. Demikian juga halnya dengan agama, yang benar hanya ada satu, yang menciptakan alam semesta ini adalah Tuhan yang pantas disembah, nah... Tuhan agama siapa yang memang benar2 ada???

    Seumpama saja, yang benar adalah agama A, tentu saja pemeluk agama B, C, D, dst nggak akan mendapatkan keselamatan karena nyembah Tuhan yang salah. Mau taat seperti apapun tetep aja salah karena salah jurusan hehehe... Jadi pinter2lah milih agama...

    ReplyDelete
  3. Agamaku agamaku, agamamu agamamu.....

    ReplyDelete
  4. bener, tinggal nanti aja kalo udah selesai kiamat siapa yang masuk surga berarti yang bener agamanya

    ReplyDelete
  5. sauoni,kamu berani banget ungkapin kebenaran.ana salut

    ReplyDelete
  6. sauni kamu berani bgt ungkapin kebenaran,ana salut.

    ReplyDelete
  7. Daru dulu oni selalu berani blak-blakan,ya. Tapi blak-blakan dalam kebenaran. Gw juga jd kagum.

    ReplyDelete

Mohon untuk berkomentar menggunakan IDENTITAS yang jelas. Saya tidak akan meng-approve komentar yang menggunakan identitas "Anonim" atau "Anonymous".

Semua komentar anonim tidak akan saya tampilkan lagi. Silahkan berkomentar/berdiskusi dengan santun, sopan dan mengikuti tata krama yang baik. Terimakasih